Rabu, 13 Juni 2012

Graphviz

Pengertian Graphviz
Graphviz adalah sumber grafik perangkat lunak visualisasi terbuka. Visualisasi grafik adalah Cara untuk mewakili informasi struktural sebagai diagram grafik abstrak dan jaringan. Ini memiliki aplikasi penting dalam jaringan, bioinformatika, rekayasa perangkat lunak, database dan desain web, pembelajaran mesin, dan antarmuka visual untuk domain teknis lainnya.
Fitur  Graphviz
Program tata letak Graphviz mengambil deskripsi grafik dalam bahasa teks sederhana, dan membuat diagram dalam format yang berguna, seperti foto dan SVG untuk halaman web, PDF atau Postscript untuk dimasukkan dalam dokumen lain, atau ditampilkan dalam browser grafik interaktif. (Graphviz juga mendukung GXL, dialek XML.) Graphviz memiliki banyak fitur yang berguna untuk diagram beton, seperti opsi untuk warna, font, layout tabular simpul, gaya garis, hyperlink, Rolland kustom bentuk.

Peta Jalan
Graphviz terdiri dari bahasa deskripsi grafik bernama bahasa DOT dan satu set alat yang dapat menghasilkan dan / atau file proses DOT.
1)    dot "Hirarkis" atau berlapis gambar grafik diarahkan. Ini adalah alat standar untuk digunakan jika memiliki tepi directionality. Contoh penulisan DOT dalam aplikasi Graphviz terminal akan di tampilkan dalam huruf tebal dan nonterminals dalam huruf miring. Karakter literal diberikan dalam tanda kutip tunggal. Tanda kurung (dan) menunjukkan pengelompokan bila diperlukan. Kurung siku [dan] melampirkan item opsional. Vertikal bar | alternatif terpisah. Format penulisannya :
rafik     :     [Ketat] (grafik | digraph) [ID] '{' stmt_list '}'
stmt_list     :     [Stmt [';'] [stmt_list]]
stmt     :     node_stmt
    |     edge_stmt
    |     attr_stmt
    |     ID = 'ID
    |     subgraf
attr_stmt     :     (Grafik | simpul | tepi) attr_list
attr_list     :     '[' [A_list] ']' [attr_list]
a_list     :     ID ['=' ID] [','] [a_list]
edge_stmt     :     (Node_id | subgraf) edgeRHS [attr_list]
edgeRHS     :     edgeop (node_id | subgraf) [edgeRHS]
node_stmt     :     node_id [attr_list]
node_id     :     ID [port]
pelabuhan     :     ':' ID [':' compass_pt]
    |     ':' Compass_pt
subgraf     :     [Subgraf [ID]] '{' stmt_list '}'
compass_pt     :     (N | ne | e | se | s | sw | w | nw | c | _)
Simpul kata kunci, tepi, grafik, digraf, subgraf, dan ketat adalah case-independen. Perhatikan juga bahwa nilai kompas diizinkan titik tidak kata kunci, sehingga string ini dapat digunakan di tempat lain sebagai pengidentifikasi biasa dan, sebaliknya, parser akan benar-benar menerima pengenal apapun.

2)    Neato "Musim semi layout'' Model ini adalah alat standar untuk digunakan jika grafik tidak terlalu besar (sekitar 100 node) dan kita tidak tahu apa pun tentang hal itu. Neato mencoba untuk meminimalkan fungsi energi global, yang setara dengan statistik multi-dimensi scaling.
3)    FDP "Musim semi layout'' mirip dengan Neato model, tetapi ini dilakukan dengan mengurangi kekuatan daripada bekerja dengan energi.
4)    SFDP multiskala versi FDP untuk layout grafik besar. Tetapi menggunakan Multi-Skala untuk dapat menghasilkan grafik yg besar dalam waktu yang singkat.
5)    twopi radial layout, filter untuk layout radial yang aktif. Node ditempatkan pada lingkaran konsentris tergantung jarak dari node akar yang diberikan.
6)    Circo tata letak melingkar, filter digunakan untuk melingkar grafik. Ini cocok untuk diagram tertentu dari struktur siklik ganda, seperti jaringan telekomunikasi tertentu.

Sinopsis
dot [- (G | N | E) nama = nilai] [-T lang] [-l libfile] [-o outfile] [-K tata letak] [-O] [-P] [-v] [-V] [file]
Neato [- (G | N | E) nama = nilai] [-T lang] [-l libfile] [-n [1 | 2]] [-o outfile] [-K tata letak] [-O] [-P ] [-v] [-V]
[File]
twopi [- (G | N | E) nama = nilai] [-T lang] [-l libfile] [-o outfile] [-K tata letak] [-O] [-P] [-v] [-V] [file]
Circo [- (G | N | E) nama = nilai] [-T lang] [-l libfile] [-o outfile] [-K tata letak] [-O] [-P] [-v] [-V] [file]
FDP [- (G | N | E) nama = nilai] [-T lang] [-l libfile] [-o outfile] [-K tata letak] [-O] [-P] [-v] [-V] [file]





Graphviz 2.20.3
Port Macintosh dari perangkat lunak tata letak grafik otomatis , yang menampilkan dokumen berbasis GUI baru, ekspor ke format bitmap PDF dan banyak lagi, transparansi alpha penuh, font asli dan dukungan shapefile dan anti-aliasing.
Berikut ini tampilannya :
 






Senin, 07 Mei 2012

KETERKAITAN INFLASI DAN PENGANGGURAN

Arti Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah SD, SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Definisi pengangguran secara teknis adalah semua orang dalam referensi waktu tertentu, yaitu pada usia angkatan kerja yang tidak bekerja, baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan, dalam arti mempunyai kegiatan aktif dalam mencari kerja tersebut.
 Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
•    Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
•    Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
•    Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.    Akibat permintaan berkurang
2.    Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
3.    Akibat kebijakan pemerintah
•    Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
•    Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
•    Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
•    Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
Penyebab Pengangguran
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Dampak yang ditimbulkan dari pengangguran
Pengangguran menimbuklan berbagau dampak negatif terhadap kehidupan baikperseorangan maupun dlam masyarakat. Akibat tuntutan untuk membiayai  hidup yang tidak dapat dipenuhi menimbulakan gejala sosial. Contoh gejala sosial negatif sepertinya meningkaynya angka kriminilatis, lingkungan kumuh, kualitas hidup yang menurun, dan lingkungan hidup yang tidak sehat. Secara individual, menganggur akan menyebabkan menurunnya kualitas mental dan fisik.
Dampak tinggi angka pengangguran:
-    Mengurangi angka pendapatan nasional dan pendapatan perkapita karena tidak berfungsi salah satu faktor produksi yaitu tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan rendah.
-    Produktivitas tenaga kerja rendah. Jumlah kesempatan kerja yang terbatas menyebabkan orang bersedia bekerja apa saja walaupun tidak sesuai dengan bidangnya.
-    Upah yang rendah. Hal ini berdampak pada sisi permintaan dan penawaran dari sisi permintaan, upah yang rendah. Dari sisi penawaran, upah yang rendah mengakibatkan jumlah pendapatan yang tidak konsumsi oleh masyarakat juga rendah atau bahkan tidak menabung sama sekali.
-    Investasi dan pembentukan modal rendah.
-    Dampak sosial pengngguran yang berpengaruh terhadap pembangunan nasional.
Arti inflasi
Definisi inflasi adalah dapat diartikan sebagai kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus selama waktu tertentu . Ada beberapa komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, yaitu kenaikan harga yang bersifat umum dan kenaikan harga yang berlangsung secara terus menerus.

Jenis-Jenis Inflasi didasarkan pada:
1.    Penyebabnya
2.    Penggolangannya
1.Penyebabnya
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu :
kenaikan harga, misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
2.Penggolonggannya
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun) (single digid)
Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)

Inflasi juga mempunyai dampak, missal Pekerja dengan gaji tetap sangat dirugikan dengan adanya Inflasi.Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
   
Sumber yang terkait :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi
http://ardiyansarutobi.blogspot.com/2010/09/dampak-pengangguran.html
http://khandraa.blogspot.com/2012/04/arti-inflasi.html

STRATEGI PERTUMBUHAN

Strategi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
STRATEGI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
A. Faktor Utama Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi :
Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja
Kemajuan teknologi.
1.Akumulasi Modal
Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan dan bahan baku dalam rangka meningkatkan stok modal (capital stock) secara fisik memungkinkan akan terjadinya peningkatan output di masa-masa mendatang.
Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi “infrastruktur” ekonomi dan sosial. Contoh: pembangunan jalan-jalan raya, penyediaan listrik, persediaan air bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan fasilitas komunikasi, peningkatan kualitas SDM, dsb, yang kesemuanya itu mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif.
Contoh investasi yang dilakukan oleh seorang petani sayuran berupa pembelian sebuah traktor baru pasti dapat meningkatkan produksi sayurannya. Tetapi tanpa fasilitas transportasi (jalan dan/atau kendaraan) yang memadai guna mengangkut tambahan produksi tersebut ke pasaran, maka investasi sang petani tersebut tidak akan banyak menambah produksi pangan nasional
2.Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar.
Positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Kemampuan itu dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor-faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.
3.Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi terbagi diantaranya menjadi 5 macam, yaitu :
a) Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. Contoh: pengelompokan tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat. Ditinjau dari sudut analisis kemungkinan produksi, perubahan teknologi yang netral, yang dapat melipatgandakan output, secara konseptual, sama saja artinya teknologi yang mampu melipatgandakan semua input produktif
b) Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress)
Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja yang sama. Penggunaan komputer elektronik, mesin tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenis mesin serta peralatan modern lainnya, Sebagian besar kemajuan teknologi pada abad kedua puluh adalah teknologi yang hemat tenaga kerja. Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan produksi mulai dari pengemasan kacang sampai dengan pembuatan sepeda dan jembatan, semakin sedikit
c) Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Di negara-negara Dunia Ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal, kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan. Kemajuan teknologi ini akan menghasilkan metode produksi padat karya yang lebih efisien (yakni, yang memerlukan biaya lebih rendah), misalnya mesin pemotong rumput berputar atau mesin pengayak dengan tenaga tangan, pompa penghembus dengan tenaga kaki dan penyemprot mekanis di atas punggung untuk pertanian skala kecil.
Pengembangan teknik produksi di negara-negara berkembang yang murah, efisien dan padat karya (hemat modal) -atau teknologi tepat guna- merupakan salah satu unsur terpenting dalam strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada perluasan penyediaan lapangan kerja
d) Kemajuan teknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological progress)
Terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan menggunakan LCD, televisi, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses belajar bisa lebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih baik
Definisi pertumbuhan ekonomi (economic growth) suatu negara menurut Prof. Simon Kuznets
“Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada
Ciri proses pertumbuhan ekonomi Profesor Kuznets :
Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi.
Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi.
Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi.
Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagian-bagian dunia lainnya sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku yang baru.
Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai sekitar sepertiga bagian penduduk dunia
B. Yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan syarat-syarat terlaksananya pembangunan ekonomi modern :
1) Kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia.
Negara-negara Dunia Ketiga dewasa ini kurang memiliki kekayaan alam apabila dibandingkan dengan negara-negara maju pada saat pertama kali memulai pembangunan ekonominya. Dahulu, ketika mereka mulai menggalang kekuatan ekonomi, kekayaan alam mereka masih utuh; sedangkan kekayaan negara-negara berkembang sudah dirampok atau bahkan habis diperas oleh kolonialisme.
Di Amerika Latin dan Afrika, walaupun memiliki sumber daya alam agak banyak, tidak memiliki modal untuk mengelola dan memanfaatkannya. Modal tersebut tidak akan mudah diperoleh tanpa mengorbankan sejumlah besar otonomi dan kekuasaan nasional mereka kepada perusahaan-perusahaan multinasional yang secara teknis dan finansial memang lebih mampu mengelola sumber-sumber daya itu secara efisien.
Kemampuan suatu negara untuk mengelola sumber daya alam antara lain tergantung pada kecakapan manajerial dan kapabilitas teknis penduduknya, serta akses mereka ke pasar serta akses untuk memperoleh informasi dengan biaya minimal. Dewasa ini, mayoritas penduduk negara-negara Dunia Ketiga kurang terdidik, kurang pengalaman, dan kurang cakap apabila dibandingkan dengan penduduk negara-negara yang sekarang maju pada awal pertumbuhan ekonominya. Akses mereka ke pasar dan sumber informasi pun relatif sangat terbatas. Menurut ekonom Paul Romer, dewasa ini negara- negara berkembang “miskin karena penduduknya tidak memiliki akses ke gagasan-gagasan yang dahulu dimanfaatkan oleh negara-negara yang sekarang maju untuk menciptakan nilai ekonomis.
2) Tingkat Relatif GNP(Gross National Product) dan Pendapatan Per Kapita
Lebih dari 70% penduduk negara-negara Dunia Ketiga harus berusaha keras guna mempertahankan hidupnya dengan pendapatan yang sangat minimum. Pada saat memulai era pertumbuhan modern, negara-negara yang sekarang makmur, dalam berbagai aspek ekonomi sudah jauh lebih maju daripada bagian–bagian dunia lainnya. Mereka dapat mengambil manfaat dari posisi keuangannya yang kuat untuk memacu kesejahteraannya sendiri sehingga kian memperlebar kesenjangan pendapatan antara mereka dengan penduduk negara-negara berkembang. Di saat mereka mengawali proses pertumbuhan ekonomi modernnya, mereka sudah mempunyai modal dan posisi yang cukup kokoh. Sebaliknya, negara-negara berkembang dewasa ini memulai proses pertumbuhan dengan tingkat pendapatan per kapita yang paling rendah menurut skala internasional.
3) Perbedaan Iklim
Masih memerlukan analisis lebih mendalam untuk memastikan benar atau tidaknya perbedaan iklim ini termasuk ke dalam faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha-usaha pembangunan. Hampir seluruh negara-negara Dunia Ketiga terletak di daerah yang beriklim tropis atau subtropis.
Sejarah membuktikan bahwa hampir setiap negara yang berhasil mengembangkan ekonominya secara modern terletak di daerah yang beriklim dingin. Salah satu faktor iklim yang secara langsung mempengaruhi produksi pada umumnya adalah suhu udara yang panas dan lembab di kebanyakan negara miskin. Suhu yang panas dan lembab itu tidak hanya menyebabkan perasaan yang kurang enak pada para pekerja, tetapi juga menggerogoti atau menekan kesehatan, mengurangi keinginan bekerja keras sehingga pada akhirnya menurunkan tingkat produktivitas dan efisiensi.
4) Jumlah Penduduk, Penyebaran, dan Pertumbuhannya
Pada saat ini jumlah penduduk negara-negara Dunia Ketiga, kepadatan dan perkembangannya sangat berbeda dengan yang ada di negara-negara maju, baik sekarang maupun di masa lampau ketika mereka mengawasi proses pembangunannya. Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat jelas merupakan kendala. Revolusi industri dan tingkat pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang tinggi mustahil akan dapat dicapai oleh negara-negara yang sekarang maju apabila mereka juga mengalami laju pertumbuhan penduduk yang sedemikian cepat dan nyaris tidak terkendali seperti yang terjadi dewasa ini di negara- negara miskin.
5) Peranan Sejarah Migrasi Internasional
Jaman dahulu negara-negara yang sekarang maju merasa bebas berimigrasi ke mana saja belahan bumi ini. Sekarang mereka sangat membatasi datangnya para imigran ke negara mereka. Terbuka bagi mereka yang berpendidikan tinggi, sehingga menimbulkan brain drain
6) Rangsangan Pertumbuhan dari Maraknya Perdagangan Internasional.
Dasar pertukaran atau nilai tukar perdagangan (terms of trade) negara-negara berkembang selama ini terus menunjukkan penurunan. Apabila negara-negara berkembang mampu memproduksi barang-barang tertentu dengan biaya yang lebih rendah daripada negara-negara maju (misalnya saja, tekstil, pakaian, sepatu, dan beberapa produk manufaktur ringan) maka negara-negara maju segera mencoba menghambat masuknya barang- barang tersebut ke negaranya dengan berbagai macam alasan dan cara, yakni mulai dari pengenaan tarif impor atau bea masuk yang kelewat tinggi, pengenaan aneka rupa hambatan perdagangan nontarif (nontariff barriers) seperti kuota impor, sampai dengan penerapan persyaratan kesehatan dan ijin-ijin khusus
7) Kemampuan Melakukan Penelitian serta Pengembangan IPTEK Dasar
Dalam bidang penelitian serta pengembangan IPTEK, negara- negara Dunia Ketiga sampai sejauh ini masih berada dalam posisi yang sama sekali tidak menguntungkan. Hanya negara-negara makmur yang memiliki surplus kekayaan sajalah yang sanggup melakukannya, mengingat begitu besarnya biaya yang dibutuhkan. Negara-negara kaya sangat tertarik untuk mengembangkan produk-produk yang serba canggih, pasar yang seluas-luasnya, metode produksi dengan teknologi tinggi yang menggunakan banyak input modal dan manajemen serta pengetahuan yang tinggi, dalam usahanya untuk menghemat tenaga kerja dan bahan-bahan baku yang langka. Sebaliknya, negara-negara miskin lebih berkepentingan dengan produk-produk relatif sederhana, menghemat modal, padat karya dan bisa diproduksi untuk pasar yang terbatas
8) Stabilitas serta Fleksibilitas Lembaga-lembaga Politik dan Sosial
Sebelum revolusi industri negara-negara maju merupakan negara yang benar-benar merdeka, sehingga mereka sepenuhnya mampu menyusun kebijakan nasional mereka sendiri berdasarkan konsensus umum menuju ke arah “modernisasi”. Kebanyakan negara-negara Dunia Ketiga dewasa ini merupakan negara atau bangsa yang baru saja memperoleh kebebasan berpolitik, mereka belum merupakan bangsa yang kokoh, utuh atau terkonsolidasi, dan tentu saja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyusun strategi pembangunan nasionalnya sendiri. Konsep modernisasi pada hakekatnya merupakan konsep “import” yang masih asing bagi masyarakat negara-negara Dunia Ketiga



Sumber : http://haris84.wordpress.com/2009/12/06/strategi-pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi/

Sabtu, 05 Mei 2012

TUGAS PKTI 2B (Kuis)

TUGAS !!
1.    Sebutkan dan jelaskan lapisan-lapisan Sistem UNIX
2.    Sebutkan dan jelaskan kemampuan Sistem Operasi UNIX
3.    Jelaskan otoritas masing-masing pemakai Sistem Operasi UNIX/LINUX
4.    Jelaskan dan berilah contoh 5 perintah UNIX/LINUX
5.    Buatlah direktori menggunakan perintah UNIX/LINUX dengan susunan direktori .                                                                                                                                                                    Jawaban  :
1)    Lapisan Sistem UNIX terdiri dari:
-    Lapisan  1 “sistem hardware” : Terdiri dari layar, keyboard, printer, memory, disk  yang biasa digunakan pemakai untuk beintraksi dengan sistem
-    Lapisan 2 “Kernel” : Menangani sumber daya komputer, menorganisir sistem file, dan mengurus tapedisk. Berfungsi mentranslate dari bahasa inggris ke bahasa latin.
-    Lapisan 3 “Utilitas” : Melakukan akses sistem si pemakai
-    Lapisan 4 “Shell”   :    Penghubug sisitem si pemakai, menerjrmahkan dan melaporkan kepada kernell apa.
   
2)           Sistem Operasi UNIX  :
-    Multiuser yaitu Sejumlah pemakai dapat menggunakan user secara bersamaan
-    Multitasking yaitu Kemampuan sistem operasi yang memungkinkan seseorang  dapat melaksanakan tugas pada saat yang bersamaan
-    Portabilitas yaitu Sistem unix mudah diadaptasikannke sistem operasi yang lain
-    Sistem Hirarki yaitu Memunkinkan pemakai mengorganisasikan informasi/data dalam bentuk yamg mudah untuk diakses dan di ingat.

3)    Otoritas masing-masing pemakai  Sistem Operasi Unix  terdiri dari 3 bagian yaitu :
-    Owner, Pemakai yang menciptakan file/direktori bersangkutan
-    Group, Kelompok sejumlah pemakai yang mempunyai hak sama
-    Other, Semua

4)    5 contoh perintah di UNIX/LINUX :
-    MKDIR      : Membuat direktori baru
-    RMDIR    : Remove direktory=hapus direktory
-    CD    : Chance direktory=pindah direktory
-    Is     : Menampilkan informasi berkas
-    MV    : Move=pindah file/direktory


5) - id user        : root
- Nama user    : gunadarma
- Berikut ini adalah perintah – perintah untuk membuat direktori :
- root@gunadarma [/] $ Sudo SU
- root@gunadarma [/] # cd /universitas
- root@gunadarma [/universitas] # mkdir filkom
- root@gunadarma [/universitas] # cd filkom
      - root@gunadarma [/universitas/filkom] # mkdir SI SK
- root@gunadarma [/universitas/filkom] # cd..
- root@gunadarma [/universitas] # mkdir FE
- root@gunadarma [/universitas] # cd FE
- root@gunadarma [/universitas/FE] # mkdir AK MA
- root@gunadarma [/universitas/FE] # cd..
- root@gunadarma [/universitas] # mkdir FTI

Rabu, 28 Maret 2012

Sistem Ekonomi Pasar


Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis (Market System/Price System)
                         


Pengertian

            Sistem ekonomi pasar adalah Suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan setiap orang bebas berusaha, berdagang dan memiliki hak milik dalam melaku-kan kegiatan ekonomi dengan tujuan mendapatkan laba sebesar-besarnya serta memberi-kan motivasi tersendiri bagi tiap individu untuk terus maju. Sistem ini sesuai dengan ajar-an dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Ia mengatakan bahwa “kemakmuran bangsa akan terjamin jika setiap orang diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri apa, berapa, di mana dan bagaima-na melakukan kegiatan ekonomi”. Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diha-rapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
        Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan mempero-leh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produ-sen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibat-nya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Un-tuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
          Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan perusahaan swasta untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permin-taan.
     Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal tersebut mempunyai kaitannya dengan "kebebasan alami" yang dipahami oleh tokoh-tokoh eko-nomi liberal klasik tersebut. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan pa-ham tersebut. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas.
   Sistem ekonomi liberal klasik adalah suatu filosofi ekonomi dan politis. Mula-mula dite-mukan pada suatu tradisi penerangan atau keringanan yang bersifat membatasi batas-ba-tas dari kekuasaan dan tenaga politis, yang menggambarkan pendukungan kebebasan in-dividu. Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan suatu benda dengan batas mini-mum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen).
Garis berpaham ekonomi liberal telah pernah dipraktikan oleh sekolah-sekolah di Austria dengan berupa demokrasi di masyarakat yang terbuka. Paham liberali kebanyakan digu-nakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika. Seperti halnya di Amerika Serikat, paham liberal dikenali dengan sebutan mild leftism estabilished.

Ciri-ciri
Ciri-ciri dari sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut:
*      Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
*      Setiap orang bebas menggunakan  barang dan jasa yang dimilikinya.
*      Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
*      Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta).
*      Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
*      Persaingan dilakukan secara bebas.
*      Peranan modal sangat vital.
*      Peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat kurang.
*      Segala sesuatu di dalam kegiatan ekonomi ditentukan oleh kondisi pasar.
*      Kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan sebesar-besarnya berda-sarkan mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan pe-nawaran (supply).
*      Harga ditentukan oleh kekuatan dalam pasar.
*      Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
*      Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
*      Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekono-mi.
*      Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber da-ya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
*      Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
*      Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
*      Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
*      Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi

Kelebihan
Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi pasar adalah:
*      Menumbuhkembangkan inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam mengatur ke-giatan ekonomi karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
*      Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
*       Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku di pasaran dan adanya persaingan semangat antar masyarakat.
*      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif ekonomi (mencari laba).
*      Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat

Kelemahan
Kelemahan dari sistem ekonomi pasar adalah:
*      Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
*      Munculnya monopoli yang dilakukan perusahaan dapat merugikan masyarakat.
*      Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu. Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat.
*      Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
*      Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.
*      Pemerataan pendapatan sulit dilakukan, karena persaingan bebas tersebut

Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy System)

Pengertian
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meski-pun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi (pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta).
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.

Ciri-Ciri
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut:
*      Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
*      Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetap-kan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
*      Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang dalam kegiatan ekonomi.
*      Peran pemerintah ialah membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, mo-neter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
*      Sistem ini bervariasi antara negara yang satu dengan yang lainnya, tergantung situasi perekonomian negara yang bersangkutan.
Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
Prancis merupakan salah satu negara yang melakukan sistem ekonomi campuran. Selama ratusan tahun, Prancis memadukan kebijakan sosialis dengan ekonomi pasar. Industri per-bankan, mobil, penerbangan, baja dan kereta api dijalankan sebagai milik negara. Semen-tara industri yang tidak begitu vital, dikuasai oleh swasta. Selama dua dekade terakhir,  Prancis mulai melepas perusahaan negara kepada swasta melalui privatisasi.              

Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara Eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekono-mi campuran seperti, Malaysia, Prancis dan Indonesia.  

Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi Soviet,  dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

Perbedaan Berbagai Sistem Ekonomi





Tradisional
Terpusat
Pasar
Campuran
Kepemelikan Sumber Daya
Individu
Pemerintah
Swasta
Pemerintah dan swasta
Harga
Belum ada perdagangan
Pemerintah
Mekanisme pasar
Pemerintah bisa mengintervensi
Persaingan
tidak ada
Tertutup
Terbuka/Bebas
Terbuka bagi industri swasta
Kepemilikan Individu
ada
Tidak ada (sangat kecil)
Ada
ada



Sumber :  http://nurulsolikha.blogspot.com/2011/03/sistem-ekonomi.html